Abaut Irvan Hadian
Irvan Hadian
lahir dikota garut dari ayah bernama Upen dan ibu Nyanjah, besar dilingkungan keluarga yang sederhana dan kehidupan desa yang hiruk pikuknya masih alami dan hidup dekat dengan alam, walaupun begitu cita citanya tak seperti yang ada dibenaknya. Pendidikan awal ditempuh di SD Wangunjaya yang kurang lebih 1km dari rumah aku berangkat sekolah sekolah bersama teman-teman dan setelah selesai sekolah setiap harinya berada di pondok pesantren Manarul Huda yang ada di lingkungan rumah dan dikelola keluargaku, aktifitasku dimulai jam 4 pagi dan berahir jam 9 malam.
Ku harus bangun dari tidur jam4 pagi dan mandi untuk melakukan solat berjamaah dimesjid kemudian setelah solat ku masuk kerungan kelas dimana aku harus belajar agama dan kelasku di pesantren sama dengan kelasku disekolah umum yaitu dikelas satu karena pesantren di tempatku pake sistem kelas dan ada ujianya juga, jam lima pagi kelas satuku dipesatren belajar jurumiah sampai jam 6 pagi, kemudian jam enam keluar kelas dan langsung menyiapkan untuk sekolah dan jam 6.30 ku berangkat sekolah, stelah selesai sekolah jam 10 pagi aku pulang dan istirahat sampai jam11.30 kemudian berangkat pesantren mempersiapkan lagi untuk solat Dzuhur dan belajar di pesantren kitab sapinatu naja sampai jam 2 setelah itu ku istirahat lagi untuk mempersiapkan solat ashar dan mengaji lagi kitab ahlaqul banen sampai jam lima setelah selesai baru makan sore dan bermain dilingkungan pesantren menunggu solat magrib, setelah solat magrib ku belajar tapsir Jalalen sampai solat isya tiba sekitar jam 7 malam setelah solat isya ku belajar kitab terahirku namaya kitab sulam taupeq sampai jam 8 malam setelah selesai baru ku pulang kerumah untuk mengulang pelajaranku disekolah atau mengerjakan PR dari bapa atau ibu guru disekolah itulah aktifitas ku setiap hari, kecuali hari mingu dan hari jumat itu hari libur.
Kesibukan ku tak membuatku kecapean dan malas untuk belajar bahkan aku alhamdulilah disekolah ataupun dipesantren aku dapat juara satu. sehingga membuatku harus terus bekerja keras untuk menjaga rangkingku agar tidak turun.
Setelah selesai sekolah dasar, kusempat berhenti sekolah karena ingin menyelesaikan kitab ilmu sorop dan tapsir jalalen jadi selama 1 tahun aku pergi ke cisurupan 4 jam dari rumh kepesantren Miftahul Huda pimpinan ceng Oof, kemudian setelah kitabku selesai ku melanjutkan sekolah di kota bungbulang 1 jam dari rumah dan aku tinggal ditempat saudara namanya pak oman dan aku masuk MTs negri 1 bungbulang, dan aku berhenti belajar di pesantren selama satu tahun karena harus adaptasi dengan sekolahku yang baru, tak ada temenku yang ku kenal sehingga ku harus extra mencari temen yang baru.
walaupun begitu alhamdullilah ku dapat nilai maksimal mendapat juara umum sehingga ku baru dipandang ma teman bahwa ku special buat mereka. setelah ku rampung menyelesaikan study ku dibangku MTs karena ku berpandangan ingin melanjutkan kuliah maka ku melanjutkan ke SMU dan aku dapat masuk ke SMU faporit di kota Garut 4 jam dari rumah, dan ku kost ditempat pak Iyad 5 menit dari sekolahku, sama seperti Di Mts tak ada satu temanpun yang ku kenal sehingga ku harus mengenalkan diri dan orang yang pertam kali ku kenal Namaya Tantan anak Pamengpek sama dia juga anak kost tapi jauh dari sekolah sekitar setengah jam, Perjuanganku Alhamdulilah ku dapat mencapai rankingku yang lalu bahkan mendapat juara umum lagi sehingga orang tuaku dipanggil untuk pembagian raport sebagai kebangganku mereka mendapat undangan special dari sekolah dan ku bebas spp selama satu tahun.
Setelah selesai Smu ku dapat beasiswa ke yogyakarta untuk biaya Bimbingan belajar di Gatra gama untuk menempuh Umptn dan aku berangkat dengan modal alamt yang dituju jl gandasuli. Ku baru pertama kali mengainjakan kaki di yogya bersambung……